RAKYATMAJALENGKA.COM – Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tercatat telah menjangkau lebih dari 366.000 jiwa. Skala distribusi yang masif ini ditopang oleh operasional 140 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar strategis di berbagai titik wilayah Majalengka.
Dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi yang digelar Jumat (10/4), Bupati Majalengka Drs H Eman Suherman MM menekankan bahwa keberhasilan program itu tidak boleh hanya diukur dari statistik jangkauan semata.
Bupati menegaskan bahwa implementasi MBG harus memiliki efek domino yang positif bagi kesejahteraan masyarakat desa. Dia menginginkan integrasi antara pemenuhan gizi dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Baca Juga:Masa Tanam Kedua Tidak Merata, Beberapa Tempat Baru Mulai Masa Panen dan Sebagian Baru Pengolahan LahanOptimalkan PAD dari Pasar Kadipaten
“Saya ingin menggarisbawahi bahwa program ini bukan sekadar soal deretan angka di atas kertas. Target kita adalah dampak nyata pada perputaran ekonomi lokal dan bagaimana masyarakat desa dapat berdaya melalui rantai pasok program ini,” tegas Eman.
Eman meminta agar bahan pangan yang digunakan berasal dari petani dan pelaku usaha di Majalengka.
“Pastikan sinergi dengan pelaku usaha lokal berjalan baik agar bahan pangan diambil dari petani kita sendiri,” katanya.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menjamin kesegaran bahan makanan, tetapi juga menjadi strategi untuk menggerakkan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam evaluasi tersebut adalah aspek higienitas. Bupati memberikan peringatan keras kepada seluruh pengelola SPPG agar tidak main-main dengan standar keamanan pangan.
Bupati meminta bahan pangan harus memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan. Dia juga mengingatkan tidak ada ruang untuk kelalaian yang bisa memicu insiden kesehatan, dimana penekanannya zero tolerance terhadap kasus keracunan pangan.
Guna memastikan setiap unit SPPG beroperasi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), bupati menginstruksikan Satuan Tugas (Satgas) MBG dan dinas terkait untuk memperketat pengawasan di lapangan.
Baca Juga:Pemcam Maja Pasang Stiker di 8.077 Rumah KPM, Pastikan Bansos Tepat SasaranDugaan Pelecehan Berlanjut ke Praperadilan
Langkah-langkah yang akan diambil meliputi inspeksi mendadak ke dapur-dapur SPPG, serta evaluasi rutin terhadap kualitas rasa, kandungan gizi, dan kebersihan tempat pengolahan.
Eman mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam mengawal program jangka panjang ini. Dia optimistis bahwa dengan manajemen yang transparan dan disiplin tinggi, MBG akan menjadi katalisator bagi kemajuan daerah.
