Optimalkan PAD dari Pasar Kadipaten

Optimalkan PAD Pasar Kadipaten
EKONOMI. Pasar Kadipaten menjadi salah satu penyumbang PAD cukup signifikan untuk Pemerintah Kabupaten Majalengka. FOTO: ISTIMEWA/RAKYAT CIREBON
0 Komentar

RAKYATMAJALENGKA.COM – Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka kini tengah melancarkan strategi intensif untuk menggali potensi ekonomi dari sektor pasar tradisional.

Salah satu titik yang menjadi perhatian serius adalah Pasar Kadipaten, yang selama ini dikenal sebagai “mesin” penyumbang retribusi yang signifikan bagi kas daerah.

Kepala Bidang Pasar Disperdagin, Taufikurrohman menegaskan bahwa transformasi pasar memerlukan keseimbangan antara pembinaan pedagang dan pembenahan fasilitas.

Baca Juga:Pemcam Maja Pasang Stiker di 8.077 Rumah KPM, Pastikan Bansos Tepat SasaranDugaan Pelecehan Berlanjut ke Praperadilan 

“Kami berkomitmen penuh untuk melakukan penataan dan pembinaan secara berkelanjutan. Tujuannya agar pengelolaan pasar menjadi lebih profesional dan optimal, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif pada peningkatan PAD melalui retribusi,” ungkap Taufikurrohman.

Salah satu tantangan terbesar dalam optimalisasi ini adalah status operasional kios di lapangan. Berdasarkan audit terbaru dari Disperdagin, terdapat ketimpangan yang cukup mencolok antara jumlah total unit yang tersedia dengan yang benar-benar beroperasi.

Kios aktif berjumlah 978 unit yang beroperasi dan berkontribusi secara rutin. Sementara kios tidak aktif 471 unit, termasuk unit layak huni dan rusak. Sehingga total keseluruhan kios 1.449 unit.

Dari 471 kios yang saat ini “mati suri”, mayoritas sebenarnya masih dalam kondisi prima, yakni sebanyak 451 unit. Sementara itu, hanya 20 unit yang dikategorikan dalam kondisi tidak layak. Hal itu menunjukkan potensi ekonomi yang besar namun belum terutilisasi dengan maksimal oleh para pemiliknya.

Secara historis, performa finansial Pasar Kadipaten menunjukkan tren yang cukup stabil meskipun belum menyentuh angka sempurna. Pada tahun 2025, pasar ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp765.682.000. Angka tersebut merepresentasikan capaian sekitar 89,98% dari target yang dipatok, yakni Rp850.975.000.

Memasuki tahun anggaran 2026, pemerintah menetapkan target yang lebih terukur sebesar Rp818.100.000. Kabar baiknya, progres pada Triwulan I (Januari-Maret) menunjukkan sinyal positif dengan realisasi mencapai Rp176.786.000.

Disperdagin tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga peringatan tegas bagi para pemilik kios yang masih membiarkan unit usahanya terbengkalai. Pemerintah meminta pemilik kios tidak aktif untuk segera melunasi kewajiban retribusi mereka.

Baca Juga:BIJB Terbangkan 17.700 Jamaah Haji, Proses Administrasi Berpusat di AsramaSistem UTS Online SD Membingungkan 

Selain aspek finansial, aspek estetika dan ketertiban juga menjadi poin utama. Para pedagang diminta untuk membuka kembali kios yang lama tertutup, menjaga kebersihan lingkungan di sekitar area usaha, serta memastikan kedisiplinan dalam pembayaran retribusi sesuai ketentuan yang berlaku.

0 Komentar