Masa Tanam Kedua Tidak Merata, Beberapa Tempat Baru Mulai Masa Panen dan Sebagian Baru Pengolahan Lahan

Masa Tanam Kedua Tidak Merata
ANTISIPASI CUACA. Petani di Kecamatan Sindangwangi mulai melakukan penggemburan tanah sebelum memulai masa tanam ke-2 tahun 2026. FOTO: PAI SUPARDI/RAKYAT CIREBON
0 Komentar

RAKYATMAJALENGKA.COM – Memasuki masa tanam ke-2 di tahun 2026 di Kabupaten Majalengka masih belum merata, dimana di beberapa tempat justru baru mulai masa panen dan sebagian baru melakukan pengolahan lahan.

Salah satunya seperti yang terlihat di areal pertanian di Kecamatan Sukahaji yang sudah memulai masa tanam, dimana padi seperti di Desa Salagedang, Cikeusik dan lainnya sudah berumur 2 hingga 3 pekan. Sementara di Kecamatan Sindangwangi sebagian baru mulai panen dan sebagian baru mulai penggemburan tanah.

Sementara di wilayah utara seperti Dawuan, Jatiwangi, Palasah dan Sumberjaya, musim tanam kali ini masih dipenuhi kekhawatiran menyusul masih tingginya curah hujan yang dikhawatirkan akan merendam tanaman mereka yang baru ditanam dan hal itu akan sangat merugikan para petani.

Baca Juga:Optimalkan PAD dari Pasar KadipatenPemcam Maja Pasang Stiker di 8.077 Rumah KPM, Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Menurut Tatang (45), petani asal Dawuan, selain ancaman banjir mereka juga harus bisa memperhitungkan kondisi cuaca saat masa pemupukan agar nantinya tidak sia-sia dan meminimalisasi biaya tambahan.

“Kalau curah hujan yang tinggi seperti ini, yang paling dikhawatirkan ancaman banjir yang bisa merendam dan menghanyutkan tanaman padi yang baru ditanam. Kesulitan lainnya pada proses pemupukan, sebab jika kita tidak tepat waktu dan tidak memperhatikan kondisi cuaca bisa saja pagi menebarkan pupuk tapi siang atau sore pupuk tersebut hanyut diguyur hujan,” ujarnya.

Berbeda dengan petani di Dawuan, para petani di Desa Sindangwangi dan Bantaragung saat ini baru mulai memasuki proses penggemburan dan sebagian sudah mulai memasuki masa tanam.

Meski dalam satu hamparan areal pertanian musim tanamnya tidak merata dan serentak, karena ada beberapa areal yang mengundurkan musim tanam atau masa pemupukan melebihi waktu sehingga berpengaruh pada proses kematangan padi.

“Kalau langit sudah mendung meski sudah waktunya untuk melakukan pemupukan, kami memilih menangguhkannya menunggu benar-benar cuaca tidak hujan agar tidak sia-sia meski resikonya masa panen juga ikut mundur beberapa hari atau minggu,” tambah Didin, petani asal Sindangwangi.

Sementara Kepala BPP Kecamatan Sindangwangi Titin Sumartini, mengingatkan kepada para petani untuk mewaspadai ancaman wereng. Pasalnya salah satu hama yang paling berbahaya saat memasuki musim hujan adalah wereng penggerek batang dan wereng daun.

0 Komentar