Sistem UTS Online SD Membingungkan 

Sistem UTS Online SD
DILEMA. Siswa sekolah dasar di Kabupaten Majalengka mulai melaksanakan Ujian Tengah Semester. FOTO: PAI SUPARDI/RAKYAT CIREBON
0 Komentar

RAKYATMAJALENGKA.COM – Penerapan Ujian Tengah Semester (UTS) pada semester genap tahun 2026 untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Majalengka, masih menuai persoalan. Pasalnya masih banyak ditemukan kendala dalam UTS secara online dengan menggunakan handphone tersebut.

Sejumlah kendala yang dihadapi diantaranya tidak semua anak SD terutama untuk kelas 3 yang memiliki HP, selain itu banyak pula siswa yang belum menguasai IT. Sehingga para guru pengawas harus bekerja ekstra untuk mengajari para siswa tersebut dalam mengerjakan soal.

Persoalan lainnya adalah soal jaminan keamanan dan proteksi soal yang beredar yang akan digunakan para siswa dalam UTS, apakah sudah benar-benar terjaga kerahasiaannya atau tidak.

Baca Juga:Jembatan Garuda TNI Mulai DibangunWFH Senin Demi Program Unggulan, Pemkab Ambil Langkah Berbeda Terkait Jadwal WFH

Kurniawan, salah seorang guru di salah satu SD di Kabupaten Majalengka mengatakan, persoalan utama dan kendala yang dihadapi pihaknya adalah terkait perangkat ujian.

UTS kali ini sesuai kebijakan dilakukan secara online, termasuk bagi siswa kelas 3 maupun kelas 6 dengan cara mengisi jawaban melalui google form dalam aplikasi yang sudah disediakan oleh panitia ujian. Khusus untuk kelas 1 dan 2 masih dilakukan dengan sistem offline.

Sistem tersebut memiliki keuntungan dan kelemahan. Keuntunganya pihak sekolah tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk mencetak dan membuat soal secara manual.

Sebab soal yang diujikan sepenuhnya dibuat oleh tim dari K3S per mata pelajaran yang dikonversi ke dalam google form untuk kemudian dijawab secara online. Keuntungan lainnya, pengerjaan soal relatif lebih singkat dibandingkan saat ujian secara konvensional.

“Namun sistem ini juga ada kelemahan dan kendala, salah satunya tentang persoalan perangkat HP. Tidak semua siswa memiliki HP termasuk paket datanya, dan ini menjadi PR bagi para guru atau pengawas,” jelasnya.

Untuk UTS tingkat SD ada sekitar 9 mata pelajaran yang diujikan, dimana ujian untuk kelas bawah dilaksanakan sampai Kamis dan untuk kelas atas sampai Jumat dengan rata-rata setiap harinya ada dua mata pelajaran yang diujikan.

Hal senada diungkapkan Suryani, salah seorang orang tua siswa kelas 3 SD yang mengaku cukup kesulitan. Pasalnya dia hanya memiliki 1 HP, dimana HP itu merupakan HP suaminya yang kerap digunakan untuk komunikasi dan pekerjaannya. Sehingga dia terpaksa meminjamkan HP tersebut ke anaknya.

0 Komentar