WFH Senin Demi Program Unggulan, Pemkab Ambil Langkah Berbeda Terkait Jadwal WFH

WFH Senin Demi Program Unggulan
UNGGULAN. Bupati Majalengka Eman Suherman memberikan keterangan kepada wartawan, terkait WFH yang akan tetap dilaksanakan setiap Senin. FOTO: IIM ABDURAHIM/RAKYAT CIREBON
0 Komentar

RAKYATMAJALENGKA.COM – Meski pemerintah pusat menginstruksikan penerapan mekanisme Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari Jumat, Pemerintah Kabupaten Majalengka secara konsisten memilih untuk tetap memberlakukan kebijakan tersebut setiap hari Senin.

Bupati Majalengka, Drs H Eman Suherman MM menjelaskan bahwa pergeseran jadwal ini didasari pertimbangan strategis demi menjaga keberlangsungan program-program daerah yang telah berjalan efektif di tengah masyarakat.

Salah satu alasan fundamental di balik keputusan ini adalah dua program unggulan Pemkab Majalengka yang dijadwalkan secara rutin setiap akhir pekan.

Baca Juga:Fasilitas di Mekkah Jauh Lebih BaikKeberangkatan Haji Sesuai Jadwal, Kloter Pertama Berangkat 22 April

Bersama wakil bupati Dena Muhamad Ramdan, Eman telah meluncurkan Gerakan Bebersih dan Jumat Berkah (Geber) berupa aksi sosial dan kebersihan lingkungan. Program lainnya yakni Subuh Akbar berjamaah yang mempererat silaturahmi antarwarga dan pemerintah.

Bupati menegaskan jika WFH dilaksanakan hari Jumat, kedua program tersebut terancam terbengkalai atau kehilangan esensinya.

“Jika hari Jumat dijadikan waktu WFH, saya akan kehilangan dua agenda besar tersebut. Daripada mengorbankan program yang sudah menyentuh masyarakat, kami memilih untuk menggeser jadwal WFH ke hari Senin,” tegas Eman.

Meskipun instruksi tertulis dari pusat cenderung kaku tanpa mencantumkan opsi hari lain, Eman mengaku telah melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat. Dia mengajukan permohonan izin khusus agar Majalengka dapat menyesuaikan jadwal sesuai kearifan dan kebutuhan lokal.

Eman juga menyoroti bahwa fleksibilitas tersebut sebenarnya sudah dipraktikkan oleh beberapa daerah lain di Indonesia. Menurut pantauannya, setiap daerah memiliki variasi hari WFH yang berbeda-beda tergantung kondisi wilayah masing-masing.

Jawa Tengah diketahui menerapkan WFH pada hari Rabu, dan daerah lain memilih hari yang dianggap paling minim dampak terhadap kinerja pelayanan publik.

“Prinsip utama dari kebijakan pusat sebenarnya adalah memastikan ada satu hari dalam sepekan di mana mekanisme WFH diterapkan. Buktinya, banyak daerah lain yang hari pelaksanaannya bervariasi,” tambahnya.

Baca Juga:MA dan MTs Gelar TKA Secara OnlinePDIP Nilai KPU Lamban! Terkait Putusan MA, DPC Segera berkirim Surat

Perlu digarisbawahi bahwa kebijakan WFH setiap hari Senin ini tidak berlaku secara menyeluruh bagi seluruh ASN di Majalengka. Pemerintah daerah tetap mengedepankan efisiensi pelayanan masyarakat dengan menetapkan sejumlah batasan.

0 Komentar