Keberangkatan Haji Sesuai Jadwal, Kloter Pertama Berangkat 22 April

Keberangkatan Haji Sesuai Jadwal
AMAN. Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq menyambut kedatangan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam agenda bimbingan manasik haji di Pendopo Asy-Syadzili Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Senin (6/4). FOTO: IIM ABDURAHIM/RAKYAT CIREBON
0 Komentar

RAKYATMAJALENGKA.COM – Menteri Haji dan Umrah RI DR KH Mochamad Irfan Yusuf MSi menghadiri bimbingan manasik haji tingkat Kabupaten Majalengka, yang digelar di Pendopo Asy-Syadzili Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Senin (6/4).

Menteri yang akrab disapa Gus Irfan itu menegaskan bahwa persiapan pemberangkatan jamaah haji tahun 2026 tetap berjalan sesuai rencana meski di tengah dinamika situasi global.

Gus Irfan juga memberi kabar gembira bahwa Presiden Prabowo telah memberikan instruksi khusus agar kenaikan biaya operasional terutama harga avtur, tidak dibebankan kepada para jamaah.

Baca Juga:MA dan MTs Gelar TKA Secara OnlinePDIP Nilai KPU Lamban! Terkait Putusan MA, DPC Segera berkirim Surat

Gus Irfan menyampaikan bahwa kloter pertama jamaah haji dijadwalkan mulai memasuki asrama haji pada 21 April 2026 dan akan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada 22 April 2026. Meski situasi geopolitik sedang memanas, Presiden menurutnya menegaskan jamaah tetap berangkat.

“Kami terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak Arab Saudi. Pemerintah Saudi menyatakan kondisi keamanan di sana terkendali dan aman untuk jemaah,” ujar Gus Irfan.

Untuk menunjang ketertiban, kartu Nusuk yang dipegang oleh syarikah (perusahaan penyedia layanan haji) saat ini sudah tiba di Indonesia.

Gus Irfan menjelaskan, tahun ini pemerintah menghadapi tantangan kenaikan harga avtur yang total mencapai hampir Rp1 triliun. Jika dikalkulasikan, kenaikan tersebut seharusnya menambah beban biaya sekitar Rp7 juta per jamaah.

Namun, dalam rapat terbatas yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada Jumat lalu, diputuskan bahwa tambahan biaya tersebut akan ditutup dari sumber lain.

“Arahan Presiden sangat jelas, kenaikan harga avtur jangan sampai membebani jemaah. Insya Allah sudah ada sumber pendanaannya, sehingga jemaah tidak perlu membayar tambahan biaya lagi,” jelasnya.

Sebagai informasi, biaya haji terus mengalami penurunan tren. Pada 2025, biaya turun dari Rp94 juta menjadi Rp89 juta, dan tahun ini kembali turun sebesar Rp2 juta. Komposisi pembiayaan haji tahun ini terdiri dari 60 persen dalam mata uang Riyal, 20 persen Dolar AS, dan 15 persen rupiah.

Baca Juga:Bupati Geram Lihat Tumpukan Sampah di JatitujuhBaznas Himpun Rp1,8 Miliar Zakat Fitrah

Terkait logistik, Gus Irfan menyebut kebutuhan bumbu masak jamaah mencapai 600 ton, di mana 380 ton di antaranya sudah dikirim ke Arab Saudi. Pemerintah berupaya agar distribusi tidak terhambat oleh situasi perang.

0 Komentar