Bupati Geram Lihat Tumpukan Sampah di Jatitujuh

Tumpukan Sampah di Jatitujuh
PERILAKU BURUK. Sampah tampak menumpuk di salah satu kawasan yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan kantor Pemcam Jatitujuh. FOTO: ISTIMEWA/RAKYAT CIREBON
0 Komentar

RAKYATMAJALENGKA.COM – Upaya keras Pemerintah Kabupaten Majalengka memoles wajah kota dan menjaga kelestarian lingkungan masih terbentur rendahnya kesadaran sebagian oknum masyarakat.

Bupati Majalengka, Drs H Eman Suherman MM secara terbuka meluapkan kegeramannya setelah mendapati fakta memprihatinkan mengenai perilaku buang sampah sembarangan yang masih marak terjadi.

Sorotan tajam tertuju pada wilayah Kecamatan Jatitujuh, di mana tumpukan sampah terlihat menggunung secara ilegal di pinggir jembatan.

Baca Juga:Baznas Himpun Rp1,8 Miliar Zakat FitrahP3DW Optimalkan Pendapatan Daerah, Gencarkan Operasi Pajak Kendaraan di Titik Strategis

Kondisi itu dinilai sangat ironis dan menyakitkan, mengingat lokasi penumpukan limbah domestik tersebut berada sangat dekat dengan taman yang baru saja diresmikan sebagai bagian dari upaya penataan estetika daerah.

Penemuan titik sampah liar itu menjadi tamparan keras bagi program Gerakan Bersih Jumat (Geber Jumat) yang selama ini digalakkan oleh bupati. Program itu merupakan inisiatif rutin yang melibatkan jajaran aparatur pemerintah dan elemen masyarakat untuk bergotong-royong membersihkan lingkungan dari sampah, kotoran, hingga rumput liar yang merusak pemandangan.

Saat dikonfirmasi Jumat (3/4), bupati tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya terhadap mentalitas warga yang tidak bertanggung jawab tersebut.

“Aduh, dasar orang tidak bertanggung jawab! Kita sudah capek-capek bekerja, menguras tenaga dan pikiran untuk memastikan lingkungan kita bersih dan indah, tapi justru dirusak oleh perilaku seperti ini,” cetus Eman.

Sejak resmi menakhodai Kabupaten Majalengka, Eman Suherman memang dikenal sangat konsen terhadap isu kebersihan. Baginya, kebersihan lingkungan bukan sekadar urusan keindahan mata (estetika), melainkan cerminan dari martabat dan kesehatan masyarakat Majalengka secara keseluruhan.

Dia langsung melakukan akselerasi program kebersihan dengan menggerakkan aksi masif di berbagai titik, namun kerja keras tersebut terasa dikhianati oleh hadirnya gunungan sampah di Jatitujuh.

Melihat situasi yang terus berulang, Eman menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Evaluasi akan dilakukan untuk mengambil langkah-langkah yang lebih represif dan tegas terhadap para pelaku pembuangan sampah sembarangan. Tujuannya memberikan efek jera agar ruang publik tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah akhir (TPS) ilegal.

Baca Juga:Harga Pangan Pasca Lebaran FluktuatifDiskominfo Tertibkan Kabel Semrawut

Pengawasan di titik-titik rawan pembuangan sampah akan diperketat, dan koordinasi dengan aparat kewilayahan di tingkat kecamatan hingga desa akan ditingkatkan guna memastikan program “Geber Jumat” tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan budaya yang meresap ke sanubari masyarakat.

0 Komentar