RAKYATMAJALENGKA.COM – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menghadiri agenda sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di GOR GGM Majalengka, Jumat (24/4).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah untuk membenahi sengkarut data kemiskinan sekaligus memperkuat mandat konstitusi dalam penanganan masalah sosial di Indonesia.
Dalam arahannya, Mensos menekankan bahwa ketidakakuratan data kemiskinan merupakan persoalan klasik yang harus segera dituntaskan. Dia menyebutkan masih banyak warga yang masuk kategori “tidak terlihat” (the invisible people) yang belum tersentuh bantuan pemerintah.
Baca Juga:13 Santri Jajaki Kerja Sama di TiongkokDPRD Minta Evaluasi Ujian Online SD
“Masalah data ini adalah warisan masa lalu, tapi kita tidak boleh menyalahkan siapa pun. Fokus kita adalah perbaikan. Berdasarkan data nasional, jumlah rakyat yang perlu dibantu, khususnya untuk program Sekolah Rakyat (SR), tidak kurang dari 4 juta jiwa,” ujar Gus Ipul.
Hingga saat ini, Kemensos telah menginisiasi 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, di mana Kabupaten Majalengka terpilih menjadi salah satu lokasi pengembangannya. Menurut Mensos, program ini merupakan bentuk eksekusi nyata dari Pasal 31 dan Pasal 34 UUD 1945.
“Tiap warga negara berhak mendapat pengajaran, dan fakir miskin serta anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Ini adalah mandat konstitusional yang harus kita jalankan melalui program-program pengentasan masalah sosial yang terukur,” tegasnya.
Menurut Mensos, penanganan fakir miskin dilakukan dengan terarah, terpadu, dan berkelanjutan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat.
Kriteria fakir miskin menjadi dasar bagi Lembaga yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang statistik untuk pendataan.
Sesuai Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011, penanganan fakir miskin dilaksanakan dalam bentuk pengembangan potensi diri, bantuan pangan dan sandang, penyediaan pelayanan perumahan, dan penyediaan pelayanan Kesehatan.
“Termasuk penyediaan pelayanan Pendidikan, penyediaan akses kesempatan kerja dan berusaha, serta bantuan hukum atau pelayanan social,” terang Mensos.
Baca Juga:Stok Pupuk Subsidi Melimpah, Petani Butuh Bantuan Pompa AirKPU Sosialisasi Lanjutan ke Pemilih Pemula
Di tempat yang sama, Bupati Majalengka mengapresiasi kehadiran Mensos dan memaparkan capaian positif daerah dalam menekan angka kemiskinan. Berdasarkan data tahun 2025, jumlah penduduk miskin di Majalengka berhasil berkurang sebanyak 5.910 orang, sehingga angka kemiskinan turun dari 10,81 persen menjadi 10,31 persen.
“Tahun ini jumlah penduduk miskin tinggal 128.670 orang dari sebelumnya 134.580 orang. Target kami di tahun 2026 ini, angka kemiskinan bisa ditekan hingga di bawah dua digit, yakni 9,8 persen,” ungkap bupati.
