Stok Pupuk Subsidi Melimpah, Petani Butuh Bantuan Pompa Air

Stok Pupuk Subsidi Melimpah
AMAN. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Majalengka memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk para petani. FOTO: ISTIMEWA/RAKYAT CIREBON
0 Komentar

RAKYATMAJALENGKA.COM – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka memberikan jaminan terkait ketersediaan stok pupuk bersubsidi bagi para petani untuk menghadapi Musim Tanam (MT) II tahun 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, guna memberikan rasa tenang kepada para penggarap lahan di seluruh wilayah Majalbesar, Kamis (23/4).

Gatot merinci bahwa alokasi pupuk bersubsidi yang disiapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan produktivitas pertanian sepanjang tahun 2026 tergolong sangat besar.

Baca Juga:KPU Sosialisasi Lanjutan ke Pemilih Pemula Uu Dorong Fajar Maju di Pilkada 2026

Berdasarkan data resmi DKP3, total alokasi pupuk jenis Urea mencapai 36.400.000 kg, pupuk NPK 28.514.000 kg. Selain itu, pemerintah juga menyediakan dukungan pupuk jenis lain berupa pupuk organik sebanyak 56.000 kg serta pupuk ZA sebanyak 354.000 kg.

“Kami telah melakukan pemetaan dan memastikan bahwa seluruh alokasi pupuk untuk Musim Tanam II ini dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada para petani yang berhak menerima. Hal ini krusial untuk menjaga stabilitas pangan di daerah kita,” ujar Gatot Sulaeman.

Selain memastikan pasokan sarana produksi, DKP3 juga mengeluarkan imbauan strategis agar para petani segera melakukan percepatan proses tanam pada MT II ini.

Langkah itu bukan tanpa alasan. Gatot menjelaskan bahwa berdasarkan analisis prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di tahun 2026 diprediksi akan berlangsung lebih lama dan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan air, DKP3 telah membangun koordinasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk memastikan pengaturan debit air irigasi tetap optimal. Selain itu, dukungan konkret dari pemerintah daerah juga terus mengalir.

Bupati Majalengka telah menyalurkan bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) berupa unit pompa air kepada berbagai kelompok tani. Langkah pompanisasi ini diharapkan menjadi solusi efektif bagi lahan-lahan yang berpotensi terdampak kekeringan.

“Kami juga sudah menginstruksikan tim kerja penyuluh pertanian untuk memberikan pendampingan teknis dan arahan intensif kepada petani di lapangan selama musim tanam berlangsung,” tambah Gatot.

Baca Juga:Hindari Kenaikan Harga, Pesan Lebih Awal! DKP3 Awasi distribusi Hewan KurbanJAF Menjaga Ekologi dan Kesenian Tanah Liat

Kondisi positif mengenai ketersediaan pupuk juga dikonfirmasi oleh para pelaku tani di tingkat bawah. Ketua Kelompok Tani Tanjung Wiru dari Desa Mekarmulya Kecamatan Kertajati, Wartam, menyatakan bahwa sejauh ini akses terhadap pupuk bersubsidi tidak mengalami kendala.

0 Komentar