DPRD Minta Evaluasi Ujian Online SD

Ujian Online SD
INFRASTRUKTUR. Wakil Ketua DPRD Majengka, Deden Hardian Narayanto memberikan keterangan terkait permintaan evaluasi ujian dengan sistem online di SD. FOTO: PAI SUPARDI/RAKYAT CIREBON
0 Komentar

RAKYATMAJALENGKA.COM – Ujian dengan sistem online di sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Majalengka dinilai masih perlu dilakukan evaluasi, terutama terkait persiapan sarana prasarana pendukung di lapangan.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, Deden Herdian Narayanto kepada Rakyat Cirebon, Rabu (22/4) di ruang kerjanya.

Menurut politisi PKS tersebut, program dan kebijakan sistem ujian online yang diterapkan Dinas Pendidikan (Disdik) sangat bagus di tengah era digitalisasi karena akan memudahkan proses ujian sekolah. Namun yang paling penting adalah infrastruktur pendukungnya terlebih dahulu yang harus disiapkan.

Baca Juga:KPU Sosialisasi Lanjutan ke Pemilih Pemula Uu Dorong Fajar Maju di Pilkada 2026

“Kalau infrastrukturnya sudah siap semua, tentunya sangat bagus dalam memudahkan proses ujian. Namun kita perlu evaluasi kesiapan infrastruktur di lapangan,” ujarnya.

Deden menambahkan, sebaiknya pemerintah sudah menyiapkan alat dan perangkat agar tidak memberatkan masyarakat. Pihaknya juga mengakui jika kemampuan digital saat ini memang sudah menjadi tuntutan zaman.

Sehingga sistem ujian online yang diterapkan SD di Majalengka beberapa hari lalu tersebut dapat mengasah kemampuan ITE anak. Namun yang paling penting, pemerintah daerah harus bisa menyiapkan perangkatnya dan bukan dibebankan kepada orang tua.

“Tentunya itu (infrastruktur, red) merupakan kewajiban pemerintah. Mudah mudahan ada anggaran yang bisa disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka, yang jelas kami DPRD akan membantu dan mendorongnya selama itu untuk kepentingan masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan,” tambahnya.

Lebih lanjut kata dia, investasi di bidang pendidikan sangat urgent yang harus dilakukan. Bahkan 15 tahun lalu saat dirinya menjadi anggota DPRD di periode pertama sudah mengusulkan bantuan pendidikan program beasiswa S2 atau dokter spesialis, namun sayangnya tidak terlaksana. Sekarang sangat terasa Kabupaten Majalengka mengalami kekurangan dokter spesialis.

“Makanya di tahun 2027 mendatang, saya akan mendorong kembali beasiswa khusus dokter spesialis bagi masyarakat Majalengka yang berkhidmat untuk berjuang dan bertugas di Majalengka,” pungkasnya. (pai)

0 Komentar