JAF Menjaga Ekologi dan Kesenian Tanah Liat

JAF Menjaga Kesenian Tanah Liat
EKOLOGIS. Domenico, seniman asal Italia tengah belajar membuat patung di Jatiwangi art Factory. FOTO: PAI SUPARDI/RAKYAT CIREBON
0 Komentar

RAKYATMAJALENGKA.COM – Jatiwangi art Factory (JaF) saat ini berusaha menjadi lembaga atau komunitas yang menjaga ekologi dan kesenian tanah liat di Kabupaten Majalengka.

Direktur JaF, Ismail Muntaha mengatakan, JAF akan mengambil peran sebagai penjaga budaya dan jangkar ekologi di tengah program gentingisasi yang digagas pemerintah. Pihaknya saat ini sedang bekerja sama dengan ITB untuk melakukan riset terkait kandungan tanah di Jatiwangi.

Selain untuk melihat kandungan dan material di wilayah Jatiwangi dan Majalengka, dalam waktu dekat ini JAF sendiri akan mengundang ahli geologi.

Baca Juga:Lapas Majalengka Perangi Narkoba dan HPPPP Ajak Umat Kembali ke Rumah Besar 

“Program gentengisasi memang sangat bagus. Namun hal itu bukan hanya dilihat dari kacamata produksi dan ekonomis saja, melainkan juga harus dilihat dari kacamata di bidang ekologis dan budaya. Sejauh mana kita bisa mengenal tanah kita,” tambahnya.

JAF akan menjadi penjaga gawang agar tidak terjadi eksploitasi tanah besar-besaran sekaligus berupaya untuk juga menjaga ekologi tanah dengan melakukan riset dan pengembangan seni budaya.

Untuk pengembangan seni, pihaknya masih terus melakukan pengembangan yang saat ini mampu memukau para seniman termasuk dari luar negeri.

Sementara, Domenico (35) seniman Italia yang tengah belajar di JAF menambahkan, dirinya saat ini sedang residensi dan sedang melakukan proyek di JAF.

Diantaranya terkait pembuatan seni keramik tanah liat, alat musik dari tanah liat dan membuat patung bersama komunitas Marieke. Dia juga mengajak komunitas atau seniman lain untuk bergabung bersamanya dalam proyek tersebut. (pai)

0 Komentar