Baznas Bantu Keluarga PMI yang Meninggal di Kamboja

Baznas Bantu Keluarga PMI
PEDULI. Ketua Baznas Majalengka, Agus Asri Sabana memberikan bantuan kepada keluarga PMI yang meninggal di Kamboja, di Desa Garawastu Kecamatan Sindang. FOTO: PAI SUPARDI/RAKYAT CIREBON
0 Komentar

RAKYATMAJALENGKA.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Majalengka menyampaikan bela sungkawa sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga Deri (25), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Garawastu Kecamatan Sindang Deri (25), yang meninggal saat bekerja di Kamboja.

Kabar meninggalnya Deri pertama kali mencuat setelah diunggah di beberapa media sosial, salah satunya di infoindokamboja yang sempat memberitahukan tentang PMI asal Majalengka yang meninggal saat berupaya melarikan diri dari tempat kerjanya di Kamboja.

Ketua Baznas Kabupaten Majalengka, Agus Asri Sabana mengatakan, kunjunganya ke rumah duka merupakan salah satu bentuk keprihatinan dan perhatian Baznas serta Pemkab Majalengka terhadap warga Majalengka sekaligus bentuk komitmen menjalankan amanah kemanusiaan. Baznas akan selalu hadir saat masyarakat membutuhkan.

Baca Juga:366 Ribu Warga Terjangkau Program MBG, Zero Tolerance Keracunan PanganMasa Tanam Kedua Tidak Merata, Beberapa Tempat Baru Mulai Masa Panen dan Sebagian Baru Pengolahan Lahan

“Almarhum adalah sosok pria yang sangat baik dan tangguh serta memiliki tanggung jawab yang sangat besar, yang rela mencari nafkah hingga ke luar negeri demi membantu orang tuanya. Tentunya almarhum merupakan sosok pahlawan yang sangat berjasa bagi keluarganya,” ujar Agus usai menyerahkan bantuan yang didampingi perangkat Desa Garawastu dan Camat Sindang.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua III Baznas, Embed Humed yang mengatakan jika bantuan yang disalurkan selain sebagai ungkapan bela sungkawa juga merupakan bentuk kepedulian dan perhatian pihaknya maupun Pemkab Majalengka terhadap kondisi dan nasib warga Majalengka baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang terkena musibah.

“Ini merupakan bukti nyata perhatian kami dan Pemda Majalengka terhadap seluruh warga Majalengka, bukan hanya yang ada di Majalengka melainkan juga yang terkena masalah di luar negeri,” ujar Embed.

Sementara Ismail, ayah korban menjelaskan kronologis anaknya yang ditemukan meninggal dunia berdasarkan informasi yang diterima pihaknya baik dari rekan-rekan anaknya maupun dari sumber lainnya. Anaknya ditemukan sudah meninggal di pinggir jalan di Kamboja dengan kondisi yang mengenaskan.

Dari informasi teman kerjanya, Deri memang sempat memberikan kabar ke rekannya jika almarhum merasa terancam saat pelarian dari tempat kerjanya. Dia pun mengaku sempat ditelepon anaknya yang mengaku sangat ketakutan.

0 Komentar