“Sebelumnya saya sempat ditelepon anak saya, dimana dia sangat ketakutan dan merasa terancam,” terang Ismail sambil terisak.
Anak lelakinya itu memiliki cita-cita yang sangat luar biasa, dia ingin membantu perekonomian keluarganya dan menyekolahkan adik-adiknya. Sehingga anaknya nekat untuk bekerja di Kamboja sebagai barber dan tinggal di asrama bersama PMI lainnya.
Pihaknya berharap pemerintah Indonesia bisa membantu mengungkap dan menangkap para pelaku yang sudah menyebabkan anaknya meninggal dunia tersebut. (pai)
