Duka di Jalur Maut Cingambul

Jalur Maut Cingambul
KORBAN JIWA. RSUD Rengasdengklok Karawang mengirimkan ambulans untuk menjemput korban kecelakaan di Desa Maniis Kecamatan Cingambul, Selasa (24/3). FOTO: ISTIMEWA/RAKYAT CIREBON
0 Komentar

RAKYATMAJALENGKA.COM – Jalur maut yang menghubungkan Panjalu dan Cikijing kembali memakan korban. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Majalengka saat ini tengah melakukan penanganan intensif terhadap insiden kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah mikrobus Isuzu Elf bernomor polisi Z 7012 CN.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi di Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, pada Senin malam (23/3) sekitar pukul 23.05.

Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi SH SIK MM melalui Kasat Lantas AKP Pandu Surya Renata STK SIK MH menyampaikan rasa duka cita yang mendalam bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga:195 Warga Binaan Terima RK Idul Fitri 2026Volume Kendaraan Meningkat 14,4%

Berdasarkan data yang dihimpun tim olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kendaraan tersebut membawa rombongan keluarga besar asal Kabupaten Karawang yang tengah dalam perjalanan pulang usai melakukan rangkaian perjalanan wisata.

Rombongan tersebut diketahui bertolak dari Karawang sejak hari Minggu untuk mengunjungi kerabat di wilayah Ciamis, yang kemudian dilanjutkan dengan berwisata ke Pantai Pangandaran. Malapetaka terjadi saat kendaraan yang dikemudikan oleh Hasyim Adnan (47) melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing melalui jalur alternatif Jahim.

Kondisi medan di lokasi kejadian dikenal sangat ekstrem dengan turunan curam dan tikungan tajam yang berbatasan langsung dengan tebing dan parit. Saat kejadian cuaca dilaporkan sangat tidak mendukung, kabut tebal menyelimuti kawasan tersebut dengan jarak pandang terbatas hanya sekitar 5 meter. Selain itu, aspal jalan yang basah akibat sisa hujan membuat kondisi permukaan jalan menjadi sangat licin.

“Dugaan awal, pengemudi berada dalam kondisi kelelahan dan mengantuk berat setelah menempuh perjalanan panjang. Hal ini diperparah dengan minimnya penguasaan medan jalan yang ekstrem serta jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut pekat,” ungkap AKP Pandu Surya Renata.

Akibat kehilangan kendali, mikrobus tersebut oleng ke arah kanan dan terperosok masuk ke dalam parit hingga terbalik dengan posisi roda berada di atas.

Dari total 21 penumpang yang berada di dalam kendaraan, insiden ini mengakibatkan 3 korban meninggal dunia yakni Hasyim Adnan (sopir), Mohamad Ali, dan Nanda.

5 korban luka berat yakni Desi Fatimah, Entang, dan Nurmala saat ini dalam penanganan intensif, dan 13 korban luka ringan mengalami trauma dan luka lecet.

0 Komentar