RAKYATMAJALENGKA.COM – Bupati Majalengka, Drs H Eman Suherman MM secara resmi memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025, dalam forum rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Majalengka, Senin (30/3).
Pidato tersebut tidak hanya pemenuhan kewajiban konstitusional, tetapi juga menjadi potret keberhasilan Kabupaten Majalengka dalam mencatatkan pertumbuhan yang impresif di berbagai lini.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah performa makro ekonomi Majalengka yang menunjukkan tren yang signifikan.
Baca Juga:Baznas Bantu Korban Puting Beliung di CikijingTAA Polda Bedah Penyebab Kecelakaan di Cingambul
Bupati mengungkapkan bahwa Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Majalengka berhasil melonjak ke angka 6,86 persen pada tahun 2025, meningkat dari angka 6,38 persen di tahun sebelumnya.
Data menarik lainnya menunjukkan bahwa pada triwulan II tahun 2025, ekonomi Majalengka bahkan sempat berakselerasi hingga menyentuh level 9,01 persen.
“Keberhasilan ini menempatkan Majalengka sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di seluruh Jawa Barat. Kita patut berbangga karena angka ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi yang berada di level 5,32 persen,” tegas bupati.
Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten Majalengka menunjukkan tata kelola yang sangat sehat dan efisien. Realisasi pendapatan daerah tercatat mencapai Rp3,167 triliun, atau berhasil menembus angka 101,12 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp3,131 triliun.
Keberhasilan ini didorong oleh sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang juga melampaui ekspektasi dengan raihan Rp721,515 miliar (100,80 persen dari target).
Sementara itu, dari sisi belanja, dari total alokasi Rp3,143 triliun, pemerintah berhasil menyerap Rp3,039 triliun atau sekitar 96,67 persen. Dana tersebut dialokasikan secara strategis, di mana sektor pelayanan dasar menjadi prioritas utama dengan serapan mencapai Rp1,794 triliun.
Capaian pembangunan tidak hanya terlihat pada angka-angka fiskal, tetapi juga dirasakan langsung dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Majalengka meningkat dari 71,37 menjadi 72,37 poin, sebuah angka yang mengukuhkan posisi Majalengka sebagai yang tertinggi di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan).
Baca Juga:Puncak Arus Balik Diprediksi SabtuPemkab Berlakukan WFH Setiap Senin
Indikator kesejahteraan lainnya yang patut diapresiasi meliputi pengentasan kemiskinan, penataan tenaga kerja, dan kesehatan masyarakat
Dedikasi Pemkab Majalengka sepanjang tahun 2025 juga mendapat pengakuan luas secara nasional. Tercatat sebanyak 18 penghargaan dari berbagai lembaga dan kementerian berhasil diboyong ke Bumi Sindangkasih. Bupati menegaskan bahwa seluruh rentetan prestasi ini merupakan buah manis dari kerja keras kolektif.
