TAA Polda Bedah Penyebab Kecelakaan di Cingambul

kecelakaan di cingambul
INSPEKSI. Polres Majalengka dan tim TAA Ditlantas Polda Jawa Barat melakukan oleh TKP kecelakaan maut elf masuk jurang, di Desa Maniis Kecamatan Cingambul, Rabu (25/3). FOTO: ISTIMEWA/RAKYAT CIREBON
0 Komentar

RAKYATMAJALENGKA.COM – Suasana di kawasan perbukitan Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, tampak berbeda Rabu (25/3). Jalur perlintasan Panjalu-Cikijing yang biasanya dipadati kendaraan, kini dipenuhi oleh garis polisi dan peralatan teknologi canggih.

Jajaran Polres Majalengka bersama Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jawa Barat turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) mendalam.

Langkah tersebut diambil guna menguak misteri di balik kecelakaan tunggal bus Isuzu Elf yang terjadi Senin (23/3) malam. Tragedi memilukan tersebut telah merenggut nyawa enam orang pemudik asal Karawang dan menyebabkan belasan penumpang lainnya menderita luka-luka.

Baca Juga:Puncak Arus Balik Diprediksi SabtuPemkab Berlakukan WFH Setiap Senin

Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi memimpin koordinasi dan memastikan setiap jengkal area kecelakaan diperiksa dengan standar profesionalisme tinggi.

Tim TAA yang diterjunkan dipimpin oleh Kasub Satgas Kompol Purwadi serta AKP Budi. Berbeda dengan olah TKP konvensional, tim ini menggunakan perangkat pemindaian laser dan teknologi digital mutakhir.

Alat-alat ini mampu merekonstruksi kronologi kejadian secara presisi, mulai dari kecepatan kendaraan sebelum benturan hingga titik pengereman terakhir.

Petugas melakukan penyisiran mendetail di sepanjang jalur menurun dan berkelok tajam sejauh 170 meter. Fokus pemeriksaan meliputi kondisi geografis, fasilitas jalan, dan faktor teknis.

“Kami mengedepankan pendekatan Scientific Crime Investigation. Analisis ini bukan berdasarkan asumsi, melainkan fakta digital yang akan menjadi pijakan kuat untuk menentukan langkah perbaikan infrastruktur dan strategi pencegahan agar tragedi serupa tidak terulang,” tegas AKBP Rita Suwadi.

Tragedi di Blok Maniis Tonggoh ini menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap tantangan kontur jalan yang ekstrem, terutama di masa mudik. (iim)

0 Komentar