RAKYATMAJALENGKA.COM – Jembatan Cijurey yang menghubungkan Desa Cimangguhilir dan Sindanghurip Kecamatan Bantarujeg ambruk, setelah tidak kuat menahan derasnya aliran sungai Cijurey yang meluap akibat banjir besar dalam beberapa hari terakhir.
Jembatan sepanjang hampir 10 meter dengan lebar sekitar 4 meter tersebut ambruk Senin (23/3) malam sekitar pukul 20.00, dimana sebelumnya wilayah itu diguyur hujan cukup lebat.
Andi (45) warga sekitar mengatakan, desanya sempat diguyur hujan yang cukup lebat sejak hari raya Idul Fitri sekitar pukul 16.00 hingga malam. Diduga akibat curah hujan yang cukup deras dalam waktu tiga hari berturut turut menyebabkan air sungai meluap dan menghantam badan jembatan yang menyebabkan jembatan ambruk di salah satu sisinya.
Baca Juga:Duka di Jalur Maut Cingambul195 Warga Binaan Terima RK Idul Fitri 2026
“Untungnya kejadian itu terjadi pada malam hari, dan tidak ada warga yang melintas sehingga tidak menyebabkan korban,” terangnya.
Namun akibat terputusnya akses jembatan menyebabkan warga di kedua desa kesulitan untuk beraktivitas. Warga di kedua desa terpaksa harus memutar arah yang cukup jauh agar bisa melintas, dengan menggunakan jalur alternatif.
Sementara Kepala BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim saat dihubungi Selasa (24/3) membenarkan peristiwa tersebut. Putusnya jembatan Cijurey tersebut diakibatkan derasnya aliran sungai yang menyebabkan tergerusnya landhoop jembatan di sisi barat, sehingga jembatan langsung ambruk.
Namun pihaknya saat ini sudah terjun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan sekaligus melakukan pemetaan untuk memeriksa kerusakan sekaligus upaya penanganan.
“Tim kami sudah ke lokasi dan untuk sementara jalur jalan tersebut ditutup, petugas sudah memasang rambu-rambu dan memasang pagar bambu agar untuk sementara tidak ada warga yang melintas ke jembatan itu,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas PUTR, Agus Permana yang mengatakan dalam kurun waktu beberapa hari terakhir ini curah hujan di Kabupaten Majalengka cukup tinggi, terutama di wilayah selatan yang mengakibatkan bencana alam tanah longsor dan jembatan putus.
Terkait hal tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait termasuk BPBD dan stakeholder lainnya untuk melakukan penanggulangan pasca bencana, seperti melakukan pembersihan material longsor yang sempat menutup jalan maupun memasang rambu peringatan dan lainnya.
