RAKYATMAJALENGKA.COM – Guratan kesedihan di wajah Nunung (72), seorang lansia di Blok Kamara, Desa Talagawetan Kecamatan Talaga perlahan memudar berganti dengan tetesan air mata bahagia.
Rumah sederhana yang selama ini dia tempati dalam kondisi hancur akibat kebakaran, mendadak ramai karena kedatangan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.
Pria yang akrab disapa Bang Ara itu didampingi Bupati Majalengka, Eman Suherman. Keduanya memberikan kepastian bantuan bedah rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi keluarga Nunung yang kini hidup dalam keterbatasan.
Baca Juga:BPJS Kesehatan Hadirkan Posko Mudik Gratis Wabup Menutup TMMD di Sindangwangi
Kondisi hunian Nunung sangat memprihatinkan. Pasca musibah kebakaran yang menimpanya, rumah tersebut tidak lagi berfungsi sebagai pelindung yang layak.
Sebagian besar atap rumah sudah raib, hanya menyisakan kerangka kayu yang hangus dan rapuh. Tembok bata terlihat mengelupas tanpa plester, memperlihatkan kerentanan bangunan.
Dari dalam ruang tamu, siapapun bisa langsung menatap langit luas. Jika hujan turun, praktis tidak ada tempat bagi Nunung dan keluarganya untuk berteduh.
Meski kondisinya jauh dari kata layak, Nunung tidak punya pilihan lain selain tetap bertahan di sana selama puluhan tahun.
Suasana emosional pecah ketika salah satu anggota keluarga Nunung tidak lagi mampu membendung perasaannya. Begitu melihat sosok Menteri hadir di hadapan mereka, dia langsung menghambur dan memeluk Bang Ara dengan erat sambil terisak. Isak tangis itu adalah perpaduan antara rasa lelah menghadapi beban hidup dan rasa syukur yang luar biasa.
Dengan penuh empati, Maruarar membalas pelukan tersebut, berusaha menenangkan warga yang sedang terhimpit beban ekonomi itu. Nunung sendiri berdiri mematung dengan mata berkaca-kaca.
“Saya sangat bahagia dan terharu. Terima kasih kepada pemerintah, kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri yang sudah sudi membantu kami,” ucap Nunung dengan suara yang parau dan bergetar.
Baca Juga:Ponpes Al Madani Sukahaji Tebar KebaikanDLH: TPA Heuleut Belum Overload
Berdasarkan data verifikasi, Nunung memang layak menjadi prioritas. Dengan penghasilan di bawah Rp1 juta per bulan dan luas bangunan hanya sekitar 40 meter persegi, mustahil baginya untuk melakukan renovasi secara mandiri.
Dalam peninjauan tersebut, Maruarar menegaskan bahwa gerakannya ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin memastikan program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dilakukan dengan akselerasi tinggi.
