RAKYATMAJALENGKA.COM – Makin panasnya perang antara Iran dan Israel serta Amerika Serikat, semakin meningkatkan ketegangan di Kawasan Timur Tengah. Hal itu menyebabkan suhu geopolitik dunia ikut memanas. Jika kondisi tersebut berlangsung lama, maka bisa berdampak terhadap Indonesia dan Kabupaten Majalengka.
Bupati Majalengkaa Drs H Eman Suherman MM menjelaskan, untuk menyikapi kondisi dunia saat ini pihaknya meminta agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi dampak ekonomi global yang bisa dirasakan hingga ke daerah.
Perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah saat ini yang belum ada tanda tanda akan segera berakhir, bisa berdampak terhadap kebutuhan dasar masyarakat terutama sektor energi dan bahan bakar minyak (BBM).
Baca Juga:Warga Serbu Bazar Peduli Ramadan PKK Pemuda Panjalin Lor Tetap Menolak Lokasi KDMP
“Dengan berlarut-larutnya perang AS-Israel terhadap Iran, kita khawatir dampaknya bisa terasa hingga ke Indonesia. Salah satu urat nadi kehidupan kita, yaitu kebutuhan energi, bisa terpengaruh akibat konflik yang berkepanjangan,” terangnya.
Bupati menambahkan, jika jalur distribusi minyak dunia khususnya dari Iran, banyak yang melewati Selat Hormuz, salah satu jalur strategis yang menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan migas dunia. Jika jalur tersebut terganggu, maka dampaknya bisa memicu gejolak harga energi secara global.
“Kita harus tetap berhati-hati dan waspada, karena ketika harga BBM naik, dampaknya akan terasa ke semua sektor, mulai dari transportasi hingga harga kebutuhan pokok,” tambahnya.
Dikatakan bupati, saat ini inflasi tercatat sekitar 4,49 persen dengan beberapa komoditas yang mulai mengalami kenaikan harga seperti telur, ayam, dan tomat. Oleh karena itu, bupati meminta masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup hemat serta menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan.
“Saya mengajak masyarakat khususnya warga Kabupaten Majalengka, untuk menyikapi situasi ini dengan arif dan bijaksana. Mari kita berhemat, jangan panic buying dan hindari gaya hidup boros,” pesannya. (pai)
