RAKYATMAJALENGKA.COM – Ribuan warga memadati Taman Nyi Rambut Kasih untuk menghadiri Bazar Peduli Ramadan 1447 H, yang diinisiasi Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Majalengka berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP), Selasa (10/3).
Bupati Majalengka, Drs H Eman Suherman MM memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif kolektif tersebut. Bupati menekankan bahwa bazar murah sangat krusial, terutama bagi para ibu rumah tangga yang sedang mengatur anggaran belanja dapur di tengah bulan Ramadan.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari warga. Sejak pagi tadi, beberapa stan bahkan sudah kehabisan stok barang karena saking banyaknya pembeli. Ini adalah sinyal kuat bahwa kegiatan pasar murah seperti ini memang sangat dinantikan dan dibutuhkan oleh masyarakat luas,” ujar bupati.
Baca Juga:Pemuda Panjalin Lor Tetap Menolak Lokasi KDMPDugaan Korupsi Dana Hibah Tahun 2024 dan 2025, Kejari Geledah Kantor KONI
Selain memberikan dukungan moral, bupati juga mengingatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk terus waspada dan melakukan pengawasan ketat terhadap pergerakan harga komoditas penting di pasar-pasar tradisional agar tetap stabil.
Ketua TP-PKK Kabupaten Majalengka, Hj Iim Maemunah, menjelaskan bahwa filosofi di balik “Bazar Peduli” ini adalah semangat berbagi dan kebersamaan. Selain menyediakan barang dengan harga miring, kegiatan ini menjadi panggung bagi para pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk unggulan mereka.
“Kami ingin membantu warga mendapatkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Di sisi lain, kami juga menggandeng pelaku usaha kecil di Majalengka agar roda ekonomi kerakyatan tetap berputar kencang selama Ramadhan,” tutur Iim.
Ketua Panitia Pelaksana, Nia Kusmiati memaparkan rincian teknis dari kegiatan yang berlangsung sehari penuh tersebut. Pihak panitia telah menyiapkan sedikitnya 295 paket sembako yang didistribusikan secara khusus untuk petugas kebersihan dan juru parkir, lansia dan anak yatim, pengemudi becak serta masyarakat prasejahtera lainnya.
Panitia juga menghadirkan stan sandang yang menjual pakaian anak, gamis, hingga baju koko dengan harga yang sangat miring, yakni berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000 per potong.
Manfaat nyata dari bazar ini dirasakan langsung oleh Siti (38), salah seorang warga yang rela mengantre sejak pagi. Dia mengaku sangat terbantu karena bisa membeli kebutuhan Lebaran dengan harga yang jauh di bawah harga pasar.
