Pelayanan di Kecamatan Tetap Berjalan

Pelayanan di Kecamatan Tetap Berjalan
KOMITMEN. Pelayanan di kantor Kecamatan Sindangwangi tidak menerapkan kebijakan WFH, dan tetap melayani masyarakat. FOTO: PAI SUPARDI/RAKYAT CIREBON
0 Komentar

RAKYATMAJALENGKA.COM – Ada hal yang menarik yang terjadi di Kecamatan Sindangwangi pada hari pertama penerapan kebijakan Work From Home (WFH) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka. Meski kebijakan tersebut sudah diteken bupati, namun bidang pelayanan di kecamatan tersebut tetap bekerja dan tidak melakukan WFH.

Para petugas bidang pelayanan di kecamatan tersebut mengaku bukan menolak kebijakan pemerintah, namun mereka mengaku ingin terus melayani dan memilih tetap bekerja meski sudah ada kebijakan WFH.

Hal itu seperti yang diungkapkan staf pelayanan Kecamatan Sindangwangi, Eli Yulianti yang mengaku jika dirinya lebih baik tetap bekerja setiap hari dari pada WFH. Selain banyak warga yang datang, dia juga mengaku jenuh kalau bekerja secara WFH.

Baca Juga:Realisasi Pendapatan Melebihi Target, Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Kedua di Jawa Barat‎Baznas Bantu Korban Puting Beliung di Cikijing

“Memang betul hari ini kebijakan WFH sudah diberlakukan, tapi saya sudah berkomitmen dan sudah meminta izin kepada camat jika saya dan rekan bidang pelayanan lainnya tetap akan masuk seperti biasa dan tidak akan melakukan WFH,” ujarnya, Senin (30/3).

Sementara Camat Sindangwangi, Fazri Pria Perdana SH membenarkan jika ada beberapa stafnya yang enggan melakukan WFH dan memilih tetap masuk kerja seperti biasanya terutama dibidang pelayanan. Mereka sudah meminta izin dan sudah berkoordinasi dengan pihaknya maupun BKPSDM, dan pihaknya sangat mengapresiasi langkah stafnya tersebut.

Namun sesuai kebijakan Bupati Majalengka tentang WFH, pihaknya sudah menerapkan skema kerja dengan cara membagi dua bagian setiap bidang dan seksi. Dimana mereka akan melakukan kebijakan WFH secara bergiliran setiap hari Senin. Dengan skema itu, pelayanan dan kegiatan administrasi di kantornya bisa tetap berjalan secara optimal.

“Sekemanya sudah kami buat dan kami terapkan dengan membagi dua setiap seksi maupun bidang, misalnya jika dalam satu bidang tersebut ada 4 orang staf maka akan dibagi 2 untuk giliran mengikuti kegiatan WFH,” terangnya.

Kebetulan bidang pelayanan di Kecamatan Sindangwangi ada dua orang petugas yang ternyata semuanya menolak WFH dan memilih untuk tetap masuk kerja seperti biasanya, sehingga pihaknya sangat berterima kasih dengan sikap dan komitmen stafnya tersebut. (pai)

0 Komentar