Adapun lembaga pendidikan Islam besar yang turut mengirimkan utusannya dalam program ini antara lain Pondok Pesantren Darus Sunnah Ciputat, Pondok Pesantren Al Hamidiyah Depok, Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo, Yayasan Islam Sultan Agung, dan Pondok Pesantren Al Mizan Majalengka.
Secara teknis keberangkatan, total 13 peserta tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok penerbangan. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap perbedaan waktu penerbitan visa serta ketersediaan tiket pesawat.
Kelompok pertama telah bertolak pada 19 April pukul 23.00 WIB melalui penerbangan langsung. Sementara itu, dua kelompok lainnya telah berangkat lebih awal pada pukul 13.35 WIB dengan melakukan transit di Xiamen sebelum mendarat di Chongqing.
Baca Juga:KPU Sosialisasi Lanjutan ke Pemilih Pemula Uu Dorong Fajar Maju di Pilkada 2026
“Kami menaruh harapan besar dan optimisme tinggi bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Ini harus menghasilkan kerja sama yang konkret dan memberikan dampak transformatif yang nyata bagi pengembangan mutu pesantren di masa depan,” pungkas Zaenal. (iim)
